Tampilkan postingan dengan label Pemikiran Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2019

Umat Islam Indonesia Jangan Kagetan (KENAPA.?)

Umat Islam Indonesia Jangan Kagetan (KENAPA.?)

Saya tidak tahu mau Saya mulai darimana tulisan ini, tapi begini: setelah Saya perhatikan, dari satu masalah ke masalah yg lain, ko sepertinya beberapa orang di Indonesia ini mudah kaget, dikit-dikit agama, ini agama, itu agama, ini penghinaan, itu pelecehan dsb.

Hhh.. Allahulmustaan.

Padahal.. Kalau diperhatikan lebih teliti lagi, beberapa kasus dari semua itu bukan masalah agama, tapi ada yang masalah adat, ada yg masalah peraturan, ada yg masalah politik dsb.
Hal sprti itu pastinya tidak baik.

Kenapa? Karena beberapa hal:
1- agama di jadikan kedok untuk kepentingannya masing-masing (ini sangat tidak baik).
2- kasihan orang awam, mereka menjadi ganas tanpa melihat dampak dan hakikat dari mslh itu sendiri.

So, be smart guys! Ok?

Namun demikian.....

Important: kolom komentar saya tutup, jika ada yang mau nyakar saya, silahkan di part 3 dengan Sayaarat sopan dan ga pake mingkem ujung-ujungnya.

Namun demikian, bukan berarti agama harus di kesampingkan (lebih-lebih dgn alasan menjaga keutuhan NKRI), contoh: saking tidak tahunya ke mslh agama, sampai-sampai beberapa oknum dari sebuah ormas harus melakukan hal yg menurut Saya itu tdk terpuji (caranya).

Lebih dari itu, sebagian banyak orang yg bernaung dibawah ormas tsb. akan mati-matian mencari pembenaran akan hal yg tak terpuji itu.

Saya bukan tdk tahu mslh sanad hadits mengenai hal itu, Saya sudah mengkajinya jauh sebelum mslh ini terjadi (lihat highlights story terakhir), bahkan belakangan ini Saya sempet membaca artikelnya prof. dari ormas tsb. terkait mslh ini.

Tp Saya tdk cocok, knp? Karna kesimpulan prof. tsb. bagi Saya kurang tepat dikarenakan beliau memukul rata tanpa harus melihat sikon.

So, di lihat dari sisi manapun, PEMBAKARAN tsb. tidak benar dan apapun argument yg membenarkan pendapat mereka yg pro terhadap kasus tsb. tlah terbantahkan. Namun demikian, bukan berarti Saya membenarkan reaksi dari ormas lain yang berlebihan. Catet itu! Ok?

Jadi, semuanya sama-sama salah.

Lalu yang benar bagaimana?
Allah ﷻ menjawab dalam firman-Nya:
أدع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن، إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين.


Beberapa hal yg mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua sebagai orang awam.
1- peringatan untuk lebih hati-hati lagi dalam memakai atribut yg bertuliskan kalimat tauhid.

2- tidak benar jika pelaku pembakaran tsb. dianggap anti tauhid, sebagaimana juga tidak tepat mengklaim setiap orang yg kontra terhadap pembakaran tsb. sebagai orang HTI atau simpatisannya.
Namun sangat benar jika oknum tsb. tlah melakukan kesalahan dalam caranya.
Pun juga sangat salah jika mengatasnamakan membela islam dgn menggunakan atribut tauhid tapi di bawak ke kamar mandi atau di injak dsb.

3- tidak di benarkan untuk mengamalkan Amar Makruf Nahi Munkar jika dampaknya akan membuat kemungkaran yg lebih besar.

4- Sikon yg ada di Indonesia, itu tidak sama dgn sikon yg ada di Negara lain.

5- Melakukan sesuatu yg benar namun berakibat buruk, itu akan menjadi hal yg salah. Sebab dalam kaidah fiqihnya:
“الدفع أولى من الرد”.

6- menutup pintu fitnah itu lebih di utamakan daripada melakukan hal yang mendatangkan kebaikan, seperti halnya Rasulullah ‎ﷺ yang menolak untuk membunuh para orang munafik hanya karna kawatir akan menimbulkan fitnah dan asumsi-asumsi sesat di tengah maSayaarakat. Padahal.. Mereka berkali-kali melakukan makar.
Nah, hal ini.. Dalam kaidah fiqihnya adalah:
“درء المفاسد مقدم على جلب المصالح.”

Inti dari semua ini adalah: “semulia apapun keutaman membaca Al Quran, ia akan menjadi berdosa ketika membacanya di dalam kamar mandi.”

Dan pertanyaannya: jika ada bendera merah putih bertuliskan kalimat tauhid, kira-kira adakah yang berani membakarnya?
Jika ada yg berani, apakah ia berarti membakar bendera? Atau kalimat tauhidnya?

Namun jika tak ada yg berani, lalu kenapa ada pembakaran waktu itu?
Artinya: jika ketika itu mereka berani membakar, lalu kenapa yang Merah Putih bertuliskan kalimat tauhid mereka tdk berani membakarnya? Jadi sebenarnya mereka mengagungkan kalimat tauhid, atau benderanya?

Thinkagain

Important: MEMBELA ISLAM TIDAK HARUS TURUN KE JALAN.
DAN MEMBELA NKRI TIDAK HARUS MELUKAI PERASAAN yang seIMAN.

وليس لنا إلى غير الله ‎ﷻ تعالى حاجة ولا مذهب.

Lihat Juga :

Keyword :
islam kagetan, islam kagetan, islam damai islam damai background islam damai bank islam damansara damai benarkah islam damai bukti islam damai bukti penyebaran islam secara damai damai dalam islam damai islam 212 damai islamic wallpaper damai menurut islam dampak penyebaran islam secara damai adalah fenomena islam damai gambar islam cinta damai gambar islam damai gambar islam itu damai hadits tentang islam cinta damai islam agama cinta damai islam agama damai atau agama perang islam agama damai bukan teroris islam agama damai dalam al quran islam agama damai dan rahmat bagi alam islam agama paling damai unesco islam agama yang damai coba buktikan dalilnya islam ajaran damai islam artinya damai islam bukan agama damai islam cinta damai islam cinta damai menolak kekerasan islam damai adalah islam damai ahmadiyah islam damai dalam pandangan remaja islam damai hadits islam damai hari ini islam damai islam rahmatan lil alamin islam damai quran islam dan damai islam disebarkan secara damai islam indah damai islam itu damai islam itu damai bukan teroris islam itu damai dan indah islam mengajarkan damai islam menyebarkan damai islam tidak pernah damai islam yang damai islam yg damai jelaskan islam itu damai kajian islam damai kata islam damai kata kata islam cinta damai khutbah islam damai lagu islam cinta damai lagu islam damai lagu islam itu damai makalah islam agama damai makalah islam itu damai maksud penyebaran islam berlangsung damai menyebarkan islam yang damai dan toleran negara islam paling damai negara islam yang damai partai islam damai partai islam damai aman partai islam damai dan aman (idaman) pengertian islam damai penyebaran islam cara damai menggunakan kesenian penyebaran islam secara damai pesan islam damai puisi islam cinta damai puisi islam damai puisi islam itu damai quotes islam damai tadika islam damansara damai unesco islam damai

Minggu, 14 April 2019

Film “Bumi Itu Bulat”, Plaza Asia Tasikmalaya “diserbu” Banser

Tasikmalaya, Sambut Harlah GP Ansor ke-85, Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya Adakan Nobar Film yang baru saja rilis “Bumi Itu Bulat”, Jum’at sore (13/4). Terpantau sejak pukul 15.30, depan Bioskop XXI KomplekPlaza Asia Jl. KHZ. Mustofa No.326, Tugujaya sudah disesaki ratusan anggota Ansor Banser. sesuai jadwal Film akan diputar mulai pukul 16.00 wib.

Film “Bumi Itu Bulat”, diproduksi bersama dengan Ideosource Entertainment, GP Ansor, dan Astro Shaw. untuk Astro sendiri akan mengedarkan film ini di bioskop Malaysia.

Film “Bumi Itu Bulat”, Plaza Asia Tasikmalaya “diserbu” Banser

Menurut Ketua Ansor, Ricky Assegaf, nobar tersebut sebagai edukasi agar nilai-nilai toleransi semakin tertanam pada diri anggota Ansor Banser.

“Kita wajib mengapresiasi film-film yang mengangkat nilai toleransi, kemanusiaan dan keragaman dalam berbangsa” ulas Ricky lewat pesan singkat.

Ricky melanjutkan, bahwa keberagaman itu adalah kehidupan kita sehari-hari, cuma kita sering lupa jika tidak diingatkan, barangkali lewat narasi-narasi yang ada film ini bisa semakin menyadarkan kita akan toleransi.

“Kita bicara tentang keIndonesiaan, bukan kelompok atau suku tertentu. Kita rawat kebinekaan yang Allah titipkan pada bangsa besar dalam rumah besar kita, Indonesia.” Tandasnya.

Film tersebut diperankan oleh Rayn Wijaya, Febby Rastanti, Rania Putrisari, Kenny Austin, Qausar Harta Yudana, serta Aldy Rialdy. Enam pemain pendukung adalah Mathias Muchus, Tissa Biani, Alfie Alfandy, Ria Irawan, Arie Kriting, serta Christine Hakim.

Berkisah seorang pemuda bernama Rahabi yang memiliki grup musik Rujak Acapella yang beranggotakan Hitu seorang pemuda muslim Ambon yang bercita-cita menjadi anggota Banser, Markus seorang pemuda kulit putih keturunan Tiongoa dan berkeyakinan Kristen, Sayid seorang Muslim Muhammadiyah asal Tanah Minang, dan Tiara Gadis berhijab yang menyukai Rahabi.

Film ini telah dirilis di bioskop seluruh tanah air pada 11 April 2019, maju 6 hari lebih awal dari jadwal sebelumnya 16 April 2019. (cp)

Lihat Juga :

Keyword : download film bumi itu bulat, film bumi itu bulat, film bumi itu bulat, film bumi itu bulat 2019, film bumi itu bulat ansor, film bumi itu bulat banser, film bumi itu bulat cast, film bumi itu bulat trailer, nonton film bumi itu bulat, pemain film bumi itu bulat, pemeran film bumi itu bulat, poster film bumi itu bulat, sinopsis film bumi itu bulat, sinopsis film bumi itu bulat 2019, trailer film bumi itu bulat, 

Jumat, 01 Februari 2019

Kyai Yayan Menjawab Tuduhan Nasionalisme Tidak Ada Dalilnya

Kyai Yayan Menjawab Tuduhan Nasionalisme Tidak Ada Dalilnya
Direktur Aswaja Center Tasikmalaya, Kyai Yayan Bunyamin, Memaparkan materi NU dan Wawasan Kebangsaan dalam Madrasah Aswaja sekaligus menyambut Harlah NU ke 93, Kamis malam, 31 Januari 2019 di Pondok Pesantren Al-Mubarok Sukajadi Cibeureum. (Istimewa: Ichan)

Tasikmalaya
, Memahami NU dan wawasan kebangsaan ini penting, di tengah hiruk pikuk Indonesia sekarang, dimana ideologi-ideologi transnasional, yang terus menghujani NKRI ini, baik melalui HTInya, ataupun JAD, JAT dan lainnya yang merongrong terhadap kebinekaan, terhadap konsep kebangsaan NKRI. ( Baca Juga : #PUISI GUSMUS - Tuhan, ISLAMKAH AKU)

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Aswaja Center Tasikmalaya, Kyai Yayan Bunyamin, dalam pertemuan ke-2 Madrasah Aswaja sekaligus menyambut Harlah NU ke 93, Kamis malam (31/1), yang bertempat di Yayasan Ponpes al-Mubarak Sukajadi Cibeureum.

Kyai Yayan memaparkan, bahwa penerimaan NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara telah ditetapkan dalam Muktamar tahun 1984. (Baca Juga : Hukum dan Cara Membayar Hutang Puasa Tahun Lalu)

“NKRI dengan Pancasila sebagai bentuk dasarnya itu sudah final. itu adalah puncak perjuangan dan mujahadah umat islam di Indonesia, tidak bisa diganggu gugat,” tutur Kyai yang sering berkomunikasi dengan Dr. H. Nadirsyah Hosen itu.

Kita sering teriak-teriak NKRI itu punya dalilnya, tutur Kyai. Pertama, munas Alim Ulama NU di Situbondo yang ditetapkan dalam muktamar, bahwa NU menerima Pancasila sebagai dasar negara, dan merupakan perjuangan final umat islam di Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, di dalam UUD 45, tertuang khusus untuk bentuk negara NKRI ini tidak bisa diamandemen. (Baca Juga : Shalawat Adalah Ibadah Terdahsyat)

Di tengah sebagian kelompok yang meragukan atas dalil Cinta tanah air bagian daripada iman, Kyai Yayan meminta untuk membaca kitab Maqosidul Hasanah yang ditulis oleh imam al Hafidz as-Syaqawy.

“As-Syaqawy menyatakan, Hubbul Wathan minal Iman tidak pernah diucapkan oleh Baginda Nabi SAW, akan tetapi esensinya sama dengan esensi hadits-hadits sahih dan nususussyar’iah dalam Al-Qur’an,” jelas Kyai yang pernah berdialog bersama Syech Wahbah aj-Juhaily itu. (Baca Juga : Ulama Perempuan Guru Imam Syafi'i)

Kyai Yayan menduga mereka bermuara fi dilalil Qur’an yang ditulis lmam Sayid Qutub, yang menuangkan bahwa nasionalisme itu berarti saingan bagi Allah, dan masuk pada ashobiyah, dengan mengkutif hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, “Tidak termasuk ummatku yang berfanatik, dan jika mereka mati pun dalam kematian jahiliyah.”, sehingga dianggaplah nasionalisme adalah ashobiyah.

Rupanya mereka mengkutip hadits Abu Daud itu tidak jelas, ungkapnya. Karena coba perhatikan hadits setelahnya, Nabi ditanya, Apa Ashobiyah itu Wahai Rasulullah?, Nabi menjawabnya, “(Ashobiyah itu) engkau menolong saudaramu dalam kedhaliman”.
Artinya kalau fanatisme terhadap kebaikan itu tidak apa-apa, bahkan seharusnya dan dianjurkan, tegas Kyai Yayan.

Beliau tidak heran kalau ada yang lantang bicara nasionalisme tidak berdasar, karena mereka baru hafal satu dua hadits. (Baca Juga : Nasehat Indah Syaikh Ibnu Atho'illah As Sakandari.)

“Tidak aneh kemarin ada seorang mualaf yang teriak-teriak nasionalisme itu tidak ada dalilnya. bukan tidak ada dalilnya, tapi ia belum menemukan, emang berapa ratus ribu hadits yang telah dia baca?,” tandasnya

Setelah itu, dalam bahasa yang ringan Kyai Yayan menjelaskan cinta tanah air prespektif Al-Qur’an dan Hadits. Mulai dari tafsir Surat Al-Baqarah: 126, an-Nisa: 66, al-Qashash: 85, Fathul Bari: 3/705, at-Thuruqul al-Hukmiyyah:29-30 serta isi kitab al-‘Alaqoh baina ad-Diin wal Wathan:176. Tidak ketinggalan, Sistem politik dalam Islam, Nalar Politik dan Nalar Teologi NU beliau kupas, dimana sebagian isinya telah dituangkan dalam buku best saller karyanya yang berjudul “Hujjah an-Nahdliyah” cetakan pertama. (cp)


Lihat Juga :

Keyword : ayat alquran yang menjelaskan nasionalisme, hadits hubbul wathon minal iman, cinta negara atau tanah air adalah sebagian dari iman jelaskan maksudnya, kumpulan dalil, hadits tentang hari kemerdekaan, ayat alquran tentang bernegara, dalil merdeka, ayat alquran tentang negara indonesia, dalil nasionalisme, dalil-dalil nasionalisme, nasionalisme tidak ada dalilnya, ayat alquran yang menjelaskan nasionalisme, hadits hubbul wathon minal iman, cinta negara atau tanah air adalah sebagian dari iman jelaskan maksudnya, kumpulan dalil, hadits tentang hari kemerdekaan, ayat alquran tentang bernegara, dalil merdeka, ayat alquran tentang negara indonesia, dalil nasionalisme, dalil-dalil nasionalisme, nasionalisme tidak ada dalilnya, ayat alquran yang menjelaskan nasionalisme, hadits hubbul wathon minal iman, cinta negara atau tanah air adalah sebagian dari iman jelaskan maksudnya, kumpulan dalil, hadits tentang hari kemerdekaan, ayat alquran tentang bernegara, dalil merdeka, ayat alquran tentang negara indonesia, dalil nasionalisme, dalil-dalil nasionalisme, nasionalisme tidak ada dalilnya, ayat alquran yang menjelaskan nasionalisme, hadits hubbul wathon minal iman, cinta negara atau tanah air adalah sebagian dari iman jelaskan maksudnya, kumpulan dalil, hadits tentang hari kemerdekaan, ayat alquran tentang bernegara, dalil merdeka, ayat alquran tentang negara indonesia, dalil nasionalisme, dalil-dalil nasionalisme, nasionalisme tidak ada dalilnya, 

Islam Mengatur Etika dalam Berpolitik, Bukan Sistem Politik

Islam Mengatur Etika dalam Berpolitik, Bukan Sistem Politik

Tasikmalaya, Ketiadaan nash sorih baik dalam alquran dan hadis yang menjelaskan sistem politik Islam mengakibatkan berbeda-bedanya sahabat senior terbaik Nabi dalam menentukan Khalifah setelah Nabi wafat, perlu diketahui bahwa salah satu tujuan politik adalah menduduki kekuasaan dan tatacara menduduki kekuasaan di tiga sahabat Nabi berbeda. Disampaikan oleh Kiai Yayan dalam Madrasah Aswaja PAC Ansor Cibeureum.

Lihat Juga : 6 Kriteria Ulama Menurut KH. Sholeh Darat

Cara Abu Bakar yang diangkat melalui musyawarah sebagian sahabat di bani Tsaqifah bani Saidah berbeda dengan pengangkatan Umar bin Khatab yang melalui wasiat Abu Bakar, begitupun mekanisme pengangkatan Utsman Bin Affan yang ditunjuk berdasarkan hasil tim formatur yang ditunjuk Umar bin Khatab sebelumnya. Papar Ketua Aswaja Center Tasikmalaya ini.

Lihat Juga : Hukum dan Cara Membayar Hutang Puasa Tahun Lalu

Alhasil Islam tidak mengatur sistem politik, yang diatur Islam adalah etika politiknya. Bagaimana Keadilan, Musawamah al insaniyah, kesamaan hak dan martabat setiap warga negara, bagaimana peran pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya itu yang di tilai, bentuknya terserah, tidak harus Khilafah seperti yang dipaksakan oleh HTI, Jemaah Ansoru Daulah dan ISIS.

Lihat Juga : Islam itu Agama - Nusantara itu Budaya

Inilah yang dipahami oleh para sahabat yang langsung belajar dari baginda nabi dalam mengurusi haliyah umat baik dalam agama dan negaranya, dari tiga sahabat terbaik Nabi berbeda dalam sistem politiknya, sistem politik mana yang sesuai dengan yang dicontohkan Nabi?.

Lihat Asli : Islam Mengatur Etika Politik, bukan Sistem Politik

Lihat Juga :

Keyword : sejarah politik islam, konsep politik islam, tujuan politik islam, pertanyaan tentang politik islam, politik islam pdf, artikel politik islam, perbedaan politik islam dan politik umum, ceramah tentang politik islam, tujuan politik islam, contoh makalah tentang konsep politik islam, demokrasi dan ham dalam islam, konsep politik ekonomi islam, konsep politik dalam al quran, islam mengatur politik, ceramah tentang politik islam, konsep politik perspektif barat, sejarah politik islam, konsep politik islam, tujuan politik islam, pertanyaan tentang politik islam, politik islam pdf, artikel politik islam, perbedaan politik islam dan politik umum, ceramah tentang politik islam, tujuan politik islam, contoh makalah tentang konsep politik islam, demokrasi dan ham dalam islam, konsep politik ekonomi islam, konsep politik dalam al quran, islam mengatur politik, ceramah tentang politik islam, konsep politik perspektif barat, sejarah politik islam, konsep politik islam, tujuan politik islam, pertanyaan tentang politik islam, politik islam pdf, artikel politik islam, perbedaan politik islam dan politik umum, ceramah tentang politik islam, tujuan politik islam, contoh makalah tentang konsep politik islam, demokrasi dan ham dalam islam, konsep politik ekonomi islam, konsep politik dalam al quran, islam mengatur politik, ceramah tentang politik islam, konsep politik perspektif barat, 

Kamis, 24 Januari 2019

Download Kitab al-Umm Imam asy-Syafi'i Full PDF

Download Kitab al-Umm Imam asy-Syafi'i Full PDF


Silahkan Download Kitabnya di bawah ini.!

Kitab al-Umm Imam asy-Syafi'i

Cover al-Umm Imam asy-Syafi'i
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 1
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 1 (2)
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 2
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 3
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 4
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 5
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 6
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 7
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 8
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 9
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 10
Download

al-Umm Imam asy-Syafi'i Juz 11
Download


Lihat Juga :

Keyword : free download kitab al umm pdf, kitab al umm tentang tahlilan, tokoh yang menyusun kitab al umm, kitab al umm pdf download, kitab imam syafi'i pdf, terjemahan ar risalah imam syafi'i pdf, terjemahan kitab al umm imam syafi i, ringkasan kitab al umm pdf, download kitab fiqih terjemahan pdf, download terjemahan kitab ar risalah pdf, terjemah kitab al umm jilid 1, download terjemahan kitab fiqih 4 mazhab pdf, fiqih imam syafi'i pdf, kitab ar risalah imam syafi i pdf, download kitab ar risalah terjemah indonesia, free download kitab al umm pdf, kitab al umm tentang tahlilan, tokoh yang menyusun kitab al umm, kitab al umm pdf download, kitab imam syafi'i pdf, terjemahan ar risalah imam syafi'i pdf, terjemahan kitab al umm imam syafi i, ringkasan kitab al umm pdf, download kitab fiqih terjemahan pdf, download terjemahan kitab ar risalah pdf, terjemah kitab al umm jilid 1, download terjemahan kitab fiqih 4 mazhab pdf, fiqih imam syafi'i pdf, kitab ar risalah imam syafi i pdf, download kitab ar risalah terjemah indonesia, 

Rabu, 19 September 2018

6 Kriteria Ulama Menurut KH. Sholeh Darat

6 Kriteria Ulama Menurut KH. Sholeh Darat

Gelombang kemajuan media digital di abad ke-21 membuat masyarakat bebas mengakses segala informasi. Termasuk di dalamnya ajaran-ajaran agama yang bisa diperoleh dengan mudah melalui media sosial. Dampaknya, semua orang bisa belajar dengan cepat tentang agama juga bisa dengan cepat menjadi seorang alim yang menyebarkan tentang ajaran agama melalui media sosial.

Video-video pendek ceramah di media sosial para ustadz, dalam hitungan menit bisa diviralkan dan ditonton ribuan orang. Semua ramai-ramai membagikan, tanpa mempedulikan background keilmuan dari figur yang dianggap alim. Belum lagi, isi-isi ceramah yang berhubungan pada kepentingan-kepentingan politik praktis.

Dalam kondisi demikian, kriteria seorang alim yang layak dijadikan guru menjadi terabaikan. Siapapun akan dengan mudah dianggap sebagai ulama tanpa standar-standar kelayakan sebagai seorang pewaris nabi. Di abad ke-19, kiai Sholeh Darat, seorang maha guru para ulama Nusantara, sudah memberikan syarat seseorang dianggap sebagai guru atau alim yang menjadi pengganti para nabi. Ini penting untuk diketengahkan sebagai pertimbangan saat masuk di belantara rimba dunia maya.

Dalam kitab Minhaj al-Atqiya’  kiai Sholeh memberikan syarat seorang guru atau alim sebagai berikut:

Pertama, menguasai ilmu Al-Quran dan Hadis. Modal penting seorang alim dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama tidak cukup hanya sekedar tarjamah dari Al-Quran ataupun hadis. Dengan ilmu Al-Quran dan hadis ini seseorang dianggap memiliki perangkat dalam memahami sumber ajaran Islam dan terlepas dari bahaya pemahaman keagamaan yang cenderung tekstual yang mendasarkan pemahamanya pada terjemahan.

Kedua, menghindari hal-hal yang bersifat duniawi. Seorang alim yang mendidik umat, seyogyanya, apa yang disampaikan dan dilakukan tidak mengarah pada orientasi duniawi semata. Seorang alim yang layak dijadikan guru ialah alim yang menghindari riuh dan gegap gempitanya kedudukan dan jabatan. Alim yang demikian ini masih bisa dijumpai yang mendidik umat dengan tulus di pesantren-pesantren, surau-surau, di pelosok-pelosok desa. Dan yang paling penting, ia tidak meminta jabatan, namun jika dibutuhkan dan diminta untuk mengurus sesuatu, ia siap.

Ketiga, memiliki sanad keilmuan sampai Rasulullah. Tradisi ulama Nusantara sangat memperhatikan betul satu hal ini. Bahkan, kiai Sholeh menuliskan sebuah kitab al-mursyid al-wajiz untuk menjelaskan silsilah rantai keilmuannya. Ini penting dimiliki oleh seorang alim di era dimana rantai keilmuan terabaikan. Tujuannya sederhana, agar pemahaman keagamaan seseorang mendapat rujukan dan pertanggung jawab akademiknya.

Keempat, memiliki akhlak yang terpuji. Dampak negatif lainnya dari era keterbukaan informasi ialah ujaran kebencian dan absennya akhlak dalam menyampaikan ajaran agama. Fitnah, hoax, cacian dan makian muncul hanya karena alasan perbedaan pandangan agama dan politik. Kiai Sholeh menuntun kita agar lebih selektif kepada siapa kita hendak belajar agama dengan melihat akhlaknya dalam menyampaikan ajaran agama dan diantara akhlak yang baik adalah tawadhu’, sikap rendah hati, tidak mudah menyalahkan dan merasa paling benar sendiri.

Kelima, menjauhi penguasa (salathin wa umara’) dan membenci kekuasaan. Seorang alim yang baik ialah alim yang dibutuhkan penguasa, bukan sebaliknya. Hal ini dikarenakan konteks kehidupan kiai Sholeh dalam melihat penjajahan. bagaimana pemerintah kolonial dan penguasa lokal bersekutu melakukan penindasan. Meskipun begitu, seorang alim diperbolehkan mendekat penguasa jika dalam rangka memberi nasihat, melawan kedzaliman, dan menjenguk saat sakit dengan tetap menjaga hati dari tujuan-tujuan yang menarik untuk mencintai kekuasaan.

Keenam, membenci orang-orang yang melakukan penindasan. Syarat orang dianggap sebagai alim ialah kehadirannya dalam barisan masyarakat yang ditindas. Orang alim tidak akan berdiam diri di saat umatnya berjuang sendirian dalam memperjuangkan hak-haknya. Ia akan hadir di tengah diskrimansi atas nama agama. Ia akan bersolidaritas di saat masyarakat sedang dirampas lahan dan ruang hidupnya.

Menurut kiai Sholeh, keenam kriteria ini yang menjadikan seorang alim layak dijadikan panutan sebagai guru. Sebagai orang yang merasakan hidup di era generasi milenial, kriteria ini masih layak dijadikan pegangan untuk menentukan siapa alim yang layak dijadikan panutan atau tidak.

Wallahu a’lam bi as-showab.


Lihat Juga :

Keyword :
siapa yang pantas disebut ulama, kriteria ulama salaf, kriteria ulama yang terpuji, syarat gelar ulama, syarat jadi ulama, apa itu ulama, ciri ciri ulama, ciri ciri ulama dan auliya, siapa yang pantas disebut ulama, kriteria ulama salaf, kriteria ulama yang terpuji, syarat gelar ulama, syarat jadi ulama, apa itu ulama, ciri ciri ulama, ciri ciri ulama dan auliya, Kiai Sholeh Darat, Kiai Sholeh Darat

Selasa, 18 September 2018

Hukum dan Cara Membayar Hutang Puasa Tahun Lalu

Hukum dan Cara Membayar Hutang Puasa Tahun Lalu

Assalamu alaikum wr. wb.
Redaksi bahtsul masail NU Online. Saya mau bertanya. Hal ini dialami istri saya. Ia pada Ramadhan lalu membatalkan puasa beberapa hari karena datang bulan. Tetapi hingga Ramadhan tahun ini tiba, ada beberapa hari yang belum sempat diqadha olehnya. Pertanyaan saya, apa konsekuensinya bila seseorang telat mengqadha puasa wajib hingga Ramadhan tahun depan tiba? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Fatahillah, Cianjur).

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman di mana pun berada, semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Allah ta‘ala mewajibkan puasa bagi setiap orang yang memenuhi syarat puasa. Mereka yang terlanjur membatalkan puasanya di bulan Ramadhan karena sakit dan lain hal, harus mengganti di bulan yang lain.

Adapun orang yang membatalkan puasanya demi orang lain seperti ibu menyusui atau ibu hami; dan orang yang menunda qadha puasanya karena kelalaian hingga Ramadhan tahun berikutnya tiba mendapat beban tambahan. Keduanya diwajibkan membayar fidyah di samping mengqadha puasa yang pernah ditinggalkannya.

والثاني الإفطار مع تأخير قضاء) شىء من رمضان (مع إمكانه حتى يأتي رمضان آخر) لخبر من أدرك رمضان فأفطر لمرض ثم صح ولم يقضه حتى أدركه رمضان آخر صام الذي أدركه ثم يقضي ما عليه ثم يطعم عن كل يوم مسكينا رواه الدارقطني والبيهقي فخرج بالإمكان من استمر به السفر أو المرض حتى أتى رمضان آخر أو أخر لنسيان أو جهل بحرمة التأخير. وإن كان مخالطا للعلماء لخفاء ذلك لا بالفدية فلا يعذر لجهله بها نظير من علم حرمة التنحنح وجهل البطلان به. واعلم أن الفدية تتكر بتكرر السنين وتستقر في ذمة من لزمته.

Artinya, “(Kedua [yang wajib qadha dan fidyah] adalah ketiadaan puasa dengan menunda qadha) puasa Ramadhan (padahal memiliki kesempatan hingga Ramadhan berikutnya tiba) didasarkan pada hadits, ‘Siapa saja mengalami Ramadhan, lalu tidak berpuasa karena sakit, kemudian sehat kembali dan belum mengqadhanya hingga Ramadhan selanjutnya tiba, maka ia harus menunaikan puasa Ramadhan yang sedang dijalaninya, setelah itu mengqadha utang puasanya dan memberikan makan kepada seorang miskin satu hari yang ditinggalkan sebagai kaffarah,HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi.

Di luar kategori ‘memiliki kesempatan’ adalah orang yang senantiasa bersafari (seperti pelaut), orang sakit hingga Ramadhan berikutnya tiba, orang yang menunda karena lupa, atau orang yang tidak tahu keharaman penundaan qadha. Tetapi kalau ia hidup membaur dengan ulama karena samarnya masalah itu tanpa fidyah, maka ketidaktahuannya atas keharaman penundaan qadha bukan termasuk uzur. Alasan seperti ini tak bisa diterima; sama halnya dengan orang yang mengetahui keharaman berdehem (saat shalat), tetapi tidak tahu batal shalat karenanya. Asal tahu, beban fidyah itu terus muncul seiring pergantian tahun dan tetap menjadi tanggungan orang yang yang berutang (sebelum dilunasi),” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja ala Safinatin Naja, Surabaya, Maktabah Ahmad bin Sa‘ad bin Nabhan, tanpa tahun, halaman 114).

Dari keterangan Syekh Nawawi Banten ini, kita dapat melihat apakah ketidaksempatan qadha puasa hingga Ramadhan berikutnya tiba disebabkan karena sakit, lupa, atau memang kelalaian menunda-tunda. Kalau disebabkan karena kelalaian, tentu yang bersangkutan wajib mengqadha dan juga membayar fidyah sebesar satu mud untuk satu hari utang puasanya.

Sebagaimana diketahui, satu mud setara dengan 543 gram menurut Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. Sementara menurut Hanafiyah, satu mud seukuran dengan 815,39 gram bahan makanan pokok seperti beras dan gandum.

Demikian jawaban yang dapat kami terangkan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu membuka kritik, saran, dan masukan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.



Lihat Juga :

Keyword :
cara membayar hutang puasa tahun lalu, tata cara membayar hutang puasa ramadhan, batas waktu mengganti puasa ramadhan, hukum membayar hutang puasa ramadhan bagi wanita, hutang puasa bertahun tahun, cara membayar hutang puasa ramadhan karena haid, membayar hutang puasa ramadhan dengan fidyah, hari yang diperbolehkan untuk mengganti puasa ramadhan